Materi Akidah Kelas 9 Bab 6 Kurikulum Merdeka: Adab Islami & Etika Digital

Oleh: Bapak Irvan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Siswa-siswaku sekalian yang Bapak banggakan,

Hari ini kita akan masuk ke pembahasan yang sangat penting. Sebelum kita membedah satu per satu perilaku yang diatur dalam Bab 6: Adab Berjalan, Makan, Minum, dan Berpakaian, Bapak ingin kita berangkat dari satu pemahaman yang sama mengenai fondasinya. Tanpa fondasi ini, aturan-aturan yang akan kita pelajari hanya akan menjadi hafalan kering tanpa makna.

Pada bab ini, Bapak juga menambahkan materi tentang Adab Bersosial Media karena ini sangat relevan dengan keseharian kalian.


HAKIKAT DAN DEFINISI ADAB

Secara bahasa, Adab berarti kesopanan, kehalusan budi pekerti, atau tata krama. Namun, secara istilah yang lebih mendalam, Adab adalah "Meletakkan sesuatu pada tempatnya dengan wajar dan benar sesuai syariat."

Adab adalah cerminan kondisi batin seseorang. Jika hati seseorang bersih, maka adabnya akan halus. Sebaliknya, jika adab seseorang buruk, itu adalah indikasi adanya masalah di dalam hatinya. Ingatlah prinsip para ulama: "Al-Adabu fauqal 'ilmi" (Adab itu kedudukannya berada di atas ilmu). Orang pintar yang tidak beradab bisa menjadi perusak, namun orang berilmu yang beradab akan menjadi cahaya.

Berikut adalah uraian mendalam mengenai implementasi adab dalam empat aspek krusial kehidupan kita:


1. ADAB BERJALAN

Bukan sekadar memindahkan kaki dari satu tempat ke tempat lain, berjalan dalam Islam adalah manifestasi dari kerendahan hati.

  • Definisi: Adab berjalan adalah tata cara menggerakkan tubuh untuk berpindah tempat yang mencerminkan ketenangan jiwa (sakinah) dan menjauhkan diri dari sifat angkuh.
  • Substansi Materi:
    • Filosofi Langkah Kaki: Islam melarang keras gaya berjalan yang sombong (memunggungi kebenaran) atau takabur (merasa lebih besar dari orang lain). Bumi yang kita pijak adalah milik Allah, maka tidak pantas kita menghentakkan kaki seolah ingin membelah bumi atau mendongakkan kepala menantang langit.
    • Keseimbangan Sikap: Berjalanlah dengan kecepatan yang wajar (qashd). Tidak terlalu lambat seperti orang malas atau orang sakit yang dibuat-buat, dan tidak tergesa-gesa hingga menghilangkan wibawa.
    • Etika di Jalan: Menyingkirkan duri atau halangan dari jalan adalah sedekah. Ini mengajarkan kepedulian sosial, bahwa kehadiran kita di ruang publik harus memberikan rasa aman, bukan gangguan.

2. ADAB MAKAN DAN MINUM

Aktivitas makan dan minum bukan sekadar pemenuhan insting biologis, melainkan proses sakral memasukkan energi untuk beribadah.

  • Definisi: Adab makan dan minum adalah serangkaian norma dalam mengonsumsi rezeki Allah yang bertujuan menjaga kesehatan jasmani dan kesucian rohani.
  • Substansi Materi:
    • Halal sebagai Syarat Mutlak: Makanan yang masuk ke tubuh akan menjadi darah dan daging. Makanan haram akan membentuk karakter yang keras dan sulit menerima kebenaran. Maka, pastikan kehalalan zatnya dan cara memperolehnya.
    • Psikologi Makan (Tidak Berlebihan): Islam mengajarkan prinsip tawasuth (pertengahan). Makanlah saat lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Kekenyangan yang berlebihan dapat mematikan hati, memicu kemalasan ibadah, dan menumpulkan kecerdasan.
    • Posisi dan Cara: Menggunakan tangan kanan dan posisi duduk adalah bentuk penghormatan terhadap rezeki. Makan sambil berdiri atau berjalan menyerupai perilaku hewan yang tidak memiliki akal budi.
    • Menghargai Makanan: Tidak mencela makanan adalah bentuk syukur tertinggi. Jika suka, makanlah; jika tidak, tinggalkan tanpa menghina.

3. ADAB BERPAKAIAN

Pakaian adalah penutup aib dan identitas kehormatan manusia yang membedakannya dengan makhluk lain.

  • Definisi: Adab berpakaian adalah tata cara menutupi tubuh sesuai ketentuan syariat untuk menjaga kehormatan diri (muru'ah) dan melindungi dari fitnah.
  • Substansi Materi:
    • Fungsi Utama (Satrul Aurat): Syarat sah utama adalah tertutupnya aurat. Pakaian tidak boleh transparan (tembus pandang) dan tidak boleh ketat (membentuk lekuk tubuh). Jika pakaian tidak memenuhi syarat ini, maka pada hakikatnya ia "berpakaian tapi telanjang".
    • Larangan Tabarruj: Bagi perempuan, dilarang berhias secara berlebihan (tabarruj) di hadapan laki-laki yang bukan mahram. Tujuannya adalah untuk memuliakan wanita agar dihargai karena kecerdasan dan akhlaknya, bukan dieksploitasi karena fisiknya.
    • Prinsip Tasyabbuh: Dilarang laki-laki menyerupai wanita dalam berpakaian, dan sebaliknya. Ini berkaitan dengan menjaga fitrah penciptaan manusia.

4. ADAB BERSOSIAL MEDIA (FIQIH INFORMASI)

Ini adalah materi tambahan yang sangat krusial. Dunia maya adalah realitas kedua di mana catatan amal tetap berlaku.

  • Definisi: Adab bersosial media adalah norma perilaku dalam berinteraksi, berbagi informasi, dan berkomunikasi di ruang digital dengan landasan etika Islam.
  • Substansi Materi:
    • Prinsip Tabayyun (Verifikasi): Di era banjir informasi, seorang muslim pantang menyebarkan berita tanpa mengecek kebenarannya. Menyebarkan hoax sama dengan menyebarkan fitnah yang dosanya jariyah (terus mengalir).
    • Menjaga Lisan Digital: Jari-jemari kita mewakili lisan. Komentar pedas, cyberbullying, dan ujaran kebencian adalah dosa besar yang sering diremehkan. Ingatlah, jejak digital itu abadi, dan hisabnya pun pasti.
    • Menjaga Pandangan (Ghaddul Bashar): Algoritma media sosial sering menyuguhkan konten maksiat. Adab kita adalah segera memalingkan pandangan (scroll/skip) dan tidak sengaja mencarinya.
    • Privasi dan 'Ain: Tidak semua kebahagiaan perlu dipamerkan. Penyakit 'ain (pandangan dengki) bisa bermula dari postingan pamer yang memicu iri hati orang lain.

PENUTUP

Anak-anakku,

Pelajarilah bab ini bukan hanya untuk menjawab soal ujian, tetapi untuk memperbaiki kualitas diri. Adab-adab inilah yang akan menjadi "baju" bagi ilmu kalian. Tanpa adab, kepintaran hanya akan melahirkan kesombongan.

Mulailah mempraktikkan hal-hal kecil ini: perbaiki cara jalan kalian, perhatikan kehalalan makanan kalian, rapikan pakaian kalian, dan bijaklah dalam mengetik di media sosial.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pak Irvan
Guru Pendidikan Agama Islam

🛒 CEK HARGA PROMO (KLIK DISINI)

Review Singkat: YUTUP

Mencari perlengkapan yang tepat untuk menunjang aktivitas belajar memang harus teliti. Produk YUTUP ini menjadi salah satu rekomendasi favorit di Shopee karena kualitas bahannya yang kokoh namun harganya tetap ramah di kantong pelajar dan orang tua.

Kenapa Produk Ini Layak Dibeli?

  • Original & Berkualitas: Terbuat dari bahan pilihan yang awet digunakan jangka panjang.
  • Harga Pelajar: Sering ada diskon flash sale dan gratis ongkir.
  • Rating Tinggi: Telah terjual ribuan pcs dengan ulasan positif.

Tags: Pendidikan Online, Perlengkapan Sekolah, Alat Tulis Murah, Rekomendasi Shopee Indonesia.

No Comment
Add Comment
comment url